Lompat ke konten utama
WMLI

Memilih tes

IELTS, TOEFL, atau TOEIC — mana yang Anda butuhkan?

Tiga tes ini sering dikira saling menggantikan. Padahal masing-masing dirancang untuk keperluan yang berbeda, dan salah pilih berarti biaya terbuang.

Ilustrasi: seseorang menimbang pilihan sambil memegang buku catatan

5 menit baca

Pertanyaan pertama bukan "mana yang terbaik"

Tidak ada tes yang secara umum lebih baik dari yang lain. Yang ada adalah tes yang diterima oleh lembaga tujuan Anda, dan tes yang tidak. Maka pertanyaan pertama selalu sama: siapa yang akan membaca sertifikat Anda?

Kalau pembacanya universitas di luar negeri, IELTS dan TOEFL iBT adalah kandidat utama. Kalau pembacanya kampus dalam negeri untuk syarat kelulusan atau beasiswa, TOEFL ITP paling sering diminta. Kalau pembacanya perusahaan, TOEIC dirancang persis untuk konteks itu.

Perbedaan yang paling terasa saat mengerjakan

IELTS menguji Speaking lewat wawancara tatap muka dengan penguji manusia. Sebagian orang merasa ini lebih nyaman karena bisa membaca reaksi lawan bicara; sebagian lain justru lebih tenang berbicara ke komputer seperti pada TOEFL iBT.

TOEFL ITP tidak memiliki Speaking dan Writing sama sekali. Isinya Listening, Structure and Written Expression, serta Reading — semuanya pilihan ganda di atas kertas.

Ringkasnya

  • Kuliah ke luar negeri — IELTS (paling luas diterima) atau TOEFL iBT, terutama untuk Amerika Serikat.
  • Syarat kampus dalam negeri, beasiswa, atau kelulusan — umumnya TOEFL ITP.
  • Melamar kerja, promosi, atau penempatan — TOEIC.
  • Sekadar ingin tahu level Anda dulu — EnglishScore dari British Council.

Sebelum memutuskan

Periksa langsung ke lembaga tujuan Anda: tes apa yang mereka terima, skor minimum berapa, dan apakah ada batas usia sertifikat. Persyaratan bisa berbeda antar program di kampus yang sama, dan bisa berubah dari tahun ke tahun.